Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Ansarullah mengumumkan bahwa dalam apa yang mereka sebut sebagai operasi penawanan terbesar dalam sejarah perang modern, tiga brigade penuh pasukan Saudi dan pasukan sekutunya, beserta seluruh senjata serta perlengkapan ringan dan berat mereka, telah menyerah kepada Angkatan Bersenjata Yaman di front Hays, Mocha, Khokha, Taiz, dan al-Jawf.
Mohammed al-Bukhaiti, anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman, pada hari ini mengunggah sebuah video di akun media sosial X miliknya dan menyebut peristiwa tersebut sebagai operasi penawanan terbesar dalam sejarah perang modern.
Ia menulis: “Saksikan operasi penawanan terbesar dalam sejarah perang modern: barisan demi barisan tawanan dari pasukan Saudi dan pasukan sekutunya di Hays, Mocha, Khokha, Taiz, dan al-Jawf. Tiga brigade, beserta seluruh senjata dan perlengkapan ringan maupun berat mereka, menyerah kepada tentara Yaman. Alhamdulillah.”
Sementara itu, Brigadir Jenderal Adnan al-Kanani, pakar keamanan dan militer Irak, setelah munculnya kabar mengenai kemajuan cepat Angkatan Bersenjata Yaman menuju Selat strategis Bab al-Mandab, memberikan analisis mengenai faktor yang menurutnya mendukung keberhasilan tersebut.
Ia mengatakan bahwa Ansarullah dengan persenjataan rudal balistiknya telah menimbulkan kekhawatiran besar bagi Arab Saudi, para sekutu, dan pasukan yang mendukungnya.
Menurut al-Kanani, Angkatan Bersenjata Yaman menggunakan pola perang gerilya dalam menghadapi pasukan Saudi.
Sebaliknya, menurutnya, pihak Saudi lebih banyak mengandalkan serangan udara dari ketinggian dan tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk turun langsung ke medan serta terlibat dalam pertempuran jarak dekat.
Pakar keamanan tersebut juga menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman telah menimbulkan kerugian besar terhadap pasukan Saudi di wilayah Mocha serta merebut sejumlah besar senjata dan amunisi sebagai rampasan perang.
Komentar Anda